Setiap harinya semua orang pasti mengalami peristiwa baru dalam proses hidup atau yang biasa kita sebut pengalaman. Bertemu orang ditempat kerja, sekolah, pasar, lalu menghadapi karakter yang berbeda, masalah baru sampai sebuah keputusan yang sulitpun akan kita rasakan.
Nah seperti halnya denganku. Aku pengen banget punya tulisan sendiri. Entah keinginan ini mulai terbersit sejak kapan, pokoknya pengen banget nulis dan punya karya semacam buku, novel, atau minimal blog gitulah. Tapi anehnya semakin kuat keinginanku untuk menulis semakin takut aku untuk mencobanya. Sampai-sampai pada sebuah mata pelajaran bahasa disetiap indikator mengarangnya pun menjadi momok besar buat aku.
Keinginan menulis terus menghantuiku. Kenapa kok aku berkata seperti itu? Iya karena tiap aku menjumpai hal-hal yang baru aku terus memikirkannya. Mengolah dikepala, berkhayal dan memikirkan sebab akibatnya. "Kalo tadi aku nggak berucap kayak gini si dia nggak akan marah mungkin ya" "Kalo tadi aku gak beli buku ini mungkin duitku besok2 bakal habis buat beli barang yang gak penting-penting amat" Hal-hal kayak ginilah yang sering menyerang pikiranku. Padahal kalo semisal itu semua aku tulis udah banyak paragraf yang tersusun dari secuil peristiwa yang aku temui. Itulah anehnya aku. Rasa takutku lebih besar ketimbang inginku.
Parahnya, selain rasa takut yang udah bisa dikatakan kronis itu aku juga ga pernah mau nyoba. Banyak sekali syarat-syarat yang terus menahanku untuk menulis. Nantilah tunggu mood baik, nantilah tunggu nyampe di kamar, nantilah kalo ada waktu senggang. Padahal pas mood baik malah nyanyi2, masak, nguliner, ngemall habis gitu nyampe kamar tepar wkwk Mau sampai kapan fik? Ngerasanya jadi sok sibuk aja. Udah kayak dokter yang jam terbangnya tinggi, operasi sana sini. Padahal waktumu cuma habis buat nunduk mantengin hape doang fik :(
Sampai aku akhirnya menemukan sebuah kalimat di buku Rentang Kisah nya kak Gita. Penulis yang merdeka adalah yang bisa menulis kapanpun dimana pun situasi saat itu. Mau ada inspirasi atau enggak mau lagi mood atau enggak, harus bisa menulis. Dari situlah aku sadar betapa terbuangnya waktuku selama ini yang hanya memikirkan syarat-syarat gak masuk akal dan menahanku untuk menulis.
Padahal aku tipe orang yang suka nanya, wawancara mendetail atau kepoin sudut pandang sama cara berpikir seseorang. Dan aku baru nyadar sekarang kalo aku orangnya observasif banget. Yak itu apalah..
Terkadang banyaak banget yang pengen aku sampein. Ditulisan ini misalnya, selama prosesnya banyak banget pikiran-pikiran yang mau ku tulis. Tapi aku selalu mikir. Aduh aku orangnya gak terorganisir. Aku malu tulisanku di publish. Aku malu tulisanku dibaca orang. Yaa inilah semua faktor penghambat aku buat berkembang.
Nah karena itulah aku pengen ikut dwc ini... aku pengen memaksa diriku untuk terbiasa menulis. Untuk terus produktif tanpa stres memikirkannya di tengah jalan saat nyetir motor hehehe
And thanks to my best spirit @azzakhrokhairun ❤ kalo kamu ga support ga jadi2 aku nulis jaaaa hehehe
Makasih untuk teman2 diskusi (baca: gosip) ku selama ini yang mau dengerin obrolan receh wkwk yulia, nindi, lila, ziza, dan teman2 lainnya yang menjadi sudut pandang aku belajar.
Doakan aku istiqomah yaaak :))
Nah seperti halnya denganku. Aku pengen banget punya tulisan sendiri. Entah keinginan ini mulai terbersit sejak kapan, pokoknya pengen banget nulis dan punya karya semacam buku, novel, atau minimal blog gitulah. Tapi anehnya semakin kuat keinginanku untuk menulis semakin takut aku untuk mencobanya. Sampai-sampai pada sebuah mata pelajaran bahasa disetiap indikator mengarangnya pun menjadi momok besar buat aku.
Keinginan menulis terus menghantuiku. Kenapa kok aku berkata seperti itu? Iya karena tiap aku menjumpai hal-hal yang baru aku terus memikirkannya. Mengolah dikepala, berkhayal dan memikirkan sebab akibatnya. "Kalo tadi aku nggak berucap kayak gini si dia nggak akan marah mungkin ya" "Kalo tadi aku gak beli buku ini mungkin duitku besok2 bakal habis buat beli barang yang gak penting-penting amat" Hal-hal kayak ginilah yang sering menyerang pikiranku. Padahal kalo semisal itu semua aku tulis udah banyak paragraf yang tersusun dari secuil peristiwa yang aku temui. Itulah anehnya aku. Rasa takutku lebih besar ketimbang inginku.
Parahnya, selain rasa takut yang udah bisa dikatakan kronis itu aku juga ga pernah mau nyoba. Banyak sekali syarat-syarat yang terus menahanku untuk menulis. Nantilah tunggu mood baik, nantilah tunggu nyampe di kamar, nantilah kalo ada waktu senggang. Padahal pas mood baik malah nyanyi2, masak, nguliner, ngemall habis gitu nyampe kamar tepar wkwk Mau sampai kapan fik? Ngerasanya jadi sok sibuk aja. Udah kayak dokter yang jam terbangnya tinggi, operasi sana sini. Padahal waktumu cuma habis buat nunduk mantengin hape doang fik :(
Sampai aku akhirnya menemukan sebuah kalimat di buku Rentang Kisah nya kak Gita. Penulis yang merdeka adalah yang bisa menulis kapanpun dimana pun situasi saat itu. Mau ada inspirasi atau enggak mau lagi mood atau enggak, harus bisa menulis. Dari situlah aku sadar betapa terbuangnya waktuku selama ini yang hanya memikirkan syarat-syarat gak masuk akal dan menahanku untuk menulis.
Padahal aku tipe orang yang suka nanya, wawancara mendetail atau kepoin sudut pandang sama cara berpikir seseorang. Dan aku baru nyadar sekarang kalo aku orangnya observasif banget. Yak itu apalah..
Terkadang banyaak banget yang pengen aku sampein. Ditulisan ini misalnya, selama prosesnya banyak banget pikiran-pikiran yang mau ku tulis. Tapi aku selalu mikir. Aduh aku orangnya gak terorganisir. Aku malu tulisanku di publish. Aku malu tulisanku dibaca orang. Yaa inilah semua faktor penghambat aku buat berkembang.
Nah karena itulah aku pengen ikut dwc ini... aku pengen memaksa diriku untuk terbiasa menulis. Untuk terus produktif tanpa stres memikirkannya di tengah jalan saat nyetir motor hehehe
And thanks to my best spirit @azzakhrokhairun ❤ kalo kamu ga support ga jadi2 aku nulis jaaaa hehehe
Makasih untuk teman2 diskusi (baca: gosip) ku selama ini yang mau dengerin obrolan receh wkwk yulia, nindi, lila, ziza, dan teman2 lainnya yang menjadi sudut pandang aku belajar.
Doakan aku istiqomah yaaak :))
Komentar
Posting Komentar