Langsung ke konten utama

About Me

A women 25 years old living in Malang. I need this place to grow wisely. You can see me heard a lot, observed, and discussed the details of life. 

    Sebuah nasihat bisa jadi dua mata pisau yang berbeda dilihat dari bentuk penyampaiannya. Saat penyampaian dilakukan secara verbal berpotensi menjadi bumerang di masa depan sebab proses kontrol pengucapan cenderung cepat, terkadang lebih banyak menggunakan emosi sedikit introspeksi. Belum lagi penggunaan intonasi dan nada tinggi yang membuat lawan bicara salah arti. 

    Tapi, mungkin bisa jadi lebih baik saat penyampaian dilakukan dalam bentuk tulisan. Ia justru akan jauh lebih berarti dan menjadi reminder di kemudian hari. Sebab pemilihan diksi yang selektif dan terorganisir supaya pesan yang dimaksud lebih mudah dimengerti hingga akhirnya diterima sepenuh hati. 

Start writing and create your own value,
guys! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stres Berlebih, Memicu Kondisi Fisik yang Tak Kalah Perih

Pernah nggak tiba-tiba kamu merasa sakit saat sedang stres? Gejalanya pun selalu timbul secara berulang. Salah satu diantara kamu pasti pernah mengalaminya. Iya, beberapa orang mungkin pernah merasakan kesakitan sebab asam lambung, sering pusing, mual, tekanan darah tinggi bahkan mungkin sampai gatal-gatal kayak aku hehe. Seringnya mereka yang sakit ini menormalisasi keadaan, tinggal minum obat beli dari toko terdekat lalu berasumsi 'nanti juga bakal sembuh'. Hmmm lantas apa iya solusi tersebut sudah benar-benar efektif?  Dari pengalaman yang aku rasa ya memang benar minum obat bisa ngobatin rasa sakit. Tapi kenyataannya, nanti ya tetep bakal kambuh lagi kemudian hari. Nah, kalau kamu sedang merasakan hal yang sama, ketahuilah sakit tersebut adalah tanda awal seseorang sedang stres dan terjadi sesuatu dalam dirinya, apakah itu cemas, gelisah atau lagi banyak pikiran. Ah gapercaya, masa iyaa sih? Mari kita cek bersama-sama! Diantara penyebab kemungkinan stres yang sering aku j...

Mencoba dan merasakan

Setiap harinya semua orang pasti mengalami peristiwa baru dalam proses hidup atau yang biasa kita sebut pengalaman. Bertemu orang ditempat kerja, sekolah, pasar, lalu menghadapi karakter yang berbeda, masalah baru sampai sebuah keputusan yang sulitpun akan kita rasakan. Nah seperti halnya denganku. Aku pengen banget punya tulisan sendiri. Entah keinginan ini mulai terbersit sejak kapan, pokoknya pengen banget nulis dan punya karya semacam buku, novel, atau minimal blog gitulah. Tapi anehnya semakin kuat keinginanku untuk menulis semakin takut aku untuk mencobanya. Sampai-sampai pada sebuah mata pelajaran bahasa disetiap indikator mengarangnya pun menjadi momok besar buat aku. Keinginan menulis terus menghantuiku. Kenapa kok aku berkata seperti itu? Iya karena tiap aku menjumpai hal-hal yang baru aku terus memikirkannya. Mengolah dikepala, berkhayal dan memikirkan sebab akibatnya. "Kalo tadi aku nggak berucap kayak gini si dia nggak akan marah mungkin ya"  "Kalo tadi a...

Merawat lebih susah ketimbang Membeli

Seperti yang kita ketahui, generasi masa kini berada pada zaman yang instan/serba ada. Dalam arti lain perkembangan teknologinya sangat cepat sehingga membuat kebutuhan yang kita inginkan cepat terpenuhi. Berbagai kebutuhan tinggal di list lalu dibelanjakan di mini market. Keadaan seperti ini mulai menjamur, baik di kota-kota besar hingga ke perkampungan yang jauh dari keramaian. Cukup mengalahkan jejeran toko kelontong penyedia bahan pokok. Melihat fakta yang ada, aku jadi ngerasa kebutuhan yang kita dapetin tuh kurang greget. Kurang menikmati proses pencariannya. Beda sama orang dulu, ayah ibu kita mau apa2 nabungnya lamaa banget. Pengen beli sepatu aja ngerelain uang jajannya. Nah kalo uangnya uda kekumpul terus cukup baru deh dibeli. Mau beli buku sekolah mahal akhirnya cuman bisa foto copy, ada juga yang pinjem temen trus dicatat di buku tulis. Kayak gitu pasti seneeeng banget. Apa yg mereka dapetin diusahainnya ngoyo, susah payah. Beda sama anak jaman sekarang, mau apa2 tinggal ...