Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Merawat lebih susah ketimbang Membeli

Seperti yang kita ketahui, generasi masa kini berada pada zaman yang instan/serba ada. Dalam arti lain perkembangan teknologinya sangat cepat sehingga membuat kebutuhan yang kita inginkan cepat terpenuhi. Berbagai kebutuhan tinggal di list lalu dibelanjakan di mini market. Keadaan seperti ini mulai menjamur, baik di kota-kota besar hingga ke perkampungan yang jauh dari keramaian. Cukup mengalahkan jejeran toko kelontong penyedia bahan pokok. Melihat fakta yang ada, aku jadi ngerasa kebutuhan yang kita dapetin tuh kurang greget. Kurang menikmati proses pencariannya. Beda sama orang dulu, ayah ibu kita mau apa2 nabungnya lamaa banget. Pengen beli sepatu aja ngerelain uang jajannya. Nah kalo uangnya uda kekumpul terus cukup baru deh dibeli. Mau beli buku sekolah mahal akhirnya cuman bisa foto copy, ada juga yang pinjem temen trus dicatat di buku tulis. Kayak gitu pasti seneeeng banget. Apa yg mereka dapetin diusahainnya ngoyo, susah payah. Beda sama anak jaman sekarang, mau apa2 tinggal ...

Mencoba dan merasakan

Setiap harinya semua orang pasti mengalami peristiwa baru dalam proses hidup atau yang biasa kita sebut pengalaman. Bertemu orang ditempat kerja, sekolah, pasar, lalu menghadapi karakter yang berbeda, masalah baru sampai sebuah keputusan yang sulitpun akan kita rasakan. Nah seperti halnya denganku. Aku pengen banget punya tulisan sendiri. Entah keinginan ini mulai terbersit sejak kapan, pokoknya pengen banget nulis dan punya karya semacam buku, novel, atau minimal blog gitulah. Tapi anehnya semakin kuat keinginanku untuk menulis semakin takut aku untuk mencobanya. Sampai-sampai pada sebuah mata pelajaran bahasa disetiap indikator mengarangnya pun menjadi momok besar buat aku. Keinginan menulis terus menghantuiku. Kenapa kok aku berkata seperti itu? Iya karena tiap aku menjumpai hal-hal yang baru aku terus memikirkannya. Mengolah dikepala, berkhayal dan memikirkan sebab akibatnya. "Kalo tadi aku nggak berucap kayak gini si dia nggak akan marah mungkin ya"  "Kalo tadi a...